Waktu sudah menjelang pukul delapan malam ketika Hendra pamit pulang.Aku sendiri masih asyik mengutak-atik internet explorer-ku sambil menikmati suasana lengang di kantor. Bokep in Nada suaranya terdengar mulai rileks dan lebih enteng. “Kamu sudah berkeluarga?” tanyaku lagi tidak mempedulikan perkataannya. Tubuhnya yang gempal tampak bergerak-gerak mengikuti nafasnya yang berat agak tersengal-sengal serta sebentuk gundukan panjang mirip polisi tidur tercetak jelas di celana satpam-nya yang ketat. “Iya bu.. Sementara si peri nakal dengan sepasang tanduk kecilnya tampak tersenyum manis sambil menggelitikku dengan trisula godaannya yang makin tidak ter-elakan lagi. Tanpa di suruh dia langsung mengangkat kaki kiriku dan mulai menciumi betis-ku.












